Take a fresh look at your lifestyle.

Filosofi Ketupat: Makanan yang Wajib Ada Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri

17

Kota Solo Terkini –
Filosofi Ketupat: Makanan yang Wajib Ada Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri

Halo wong solo pengunjung setia KotaSoloID, Pada berita yang akan kalian baca kali ini adalah
Filosofi Ketupat: Makanan yang Wajib Ada Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri , kami telah mempersiapkan berita dari berbagai sumber ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan kali ini
Filosofi Ketupat: Makanan yang Wajib Ada Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Lebaran ketupat atau bakda kupat merupakan tradisi unik masyarakat muslim Jawa yang dilaksanakan di bulan Syawal. Setiap tahunnya, masyarakat Jawa selalu merayakan lebaran ketupat. Lebaran ketupat diselenggarakan seminggu setelah Idulfitri. Masyarakat Jawa merayakan tradisi ini dengan berkumpul bersama keluarga, menyambangi sanak saudara, menggelar acara hajatan, dan reuni bersama teman-teman lama.

Lebaran ketupat merupakan perayaan yang menjadi penyempurna momen Idulfitri. Tradisi ini ditandai dengan makan ketupat. Di beberapa daerah, tradisi ini dikenal sebagai Syawalan. Masyarakat Jawa percaya lebaran ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Lebaran ketupat muncul pada era Wali Songo, dimana masyarakat sering mengadakan tradisi slametan.

Lebaran ketupat dianggap sebagai hari kemenangan karena telah dilaksanakannya puasa selama satu tahun. Selain itu, tradisi ini dijadikan sebagai sarana untuk mengenalkan ajaran Islam tentang cara bersyukur kepada Allah SWT.

Ketupat dilambangkan sebagai simbol permintaan maaf dan juga keberkahan. Bahan utama pembuatan ketupat adalah nasi dan daun kelapa muda. Nasi dianggap sebagai lambang nafsu, sedangkan daun kelapa muda atau janur melambangkan jati ning nur yang berarti hati nurani. Ketupat juga diartikan sebagai jarwa dhosok yang berarti ngaku lepat. Ada pesan bahwa saat seseorang melakukan sesuatu yang salah harus meminta maaf.

Bungkus ketupat yang terbuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi masyarakat Jawa. Bentuk segi empat pada ketupat melambangkan kiblat papat lima pancer yang berarti kemanapun manusia menuju selalu kembali kepada Allah. Anyaman ketupat dimaknai sebagai cerminan berbagai macam kesalahan manusia. Warna putih ketika ketupat dibelah dua menggambarkan kebersihan dan kesucian setelah memohon ampun dari kesalahan.

Sekianlah info update kota solo yang berjudul
Filosofi Ketupat: Makanan yang Wajib Ada Seminggu Setelah Hari Raya Idul Fitri , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. Sampai jumpa di info kota solo yang lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.