Take a fresh look at your lifestyle.

Kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan Presiden Badan Ekseku…

103


Kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo berinisial AYA viral di media sosial Twitter.

Dugaan terjadinya pelecehan seksual itu kali pertama dilontarkan akun Twitter @promaagbos pada Jumat sekira pukul 14.26 WIB. Dalam unggahannya, @promaagbos mengaku cuitannya sudah disetujui korban.

“PELECEHAN SEKSUAL DAN PENCEMARAN NAMA BAIK OLEH PRESBEM FAKULTAS 2022! Aku sebagai saksi bikin thread ini udah disetujui korban dan biar gaada korban lain. Cerita ini berdasarkan kesaksian tiga korban dan aku bagi jadi dua topik. Pelaku dan korban adalah laki-laki. A THREAD,” tulisnya mengawali utas.

Dalam informasi lanjutan yang dituliskan di kolom komentar mengenai dugaan pelecehan seksual sesama jenis di kalangan mahasiswa UNS Solo itu, pengguna akun @promaagbos menyebut tiga korban dengan identitas A, B, dan C.

Sedangkan terduga pelaku dia sebut dengan identitas X. Korban A dan korban B, menurutnya, saling kenal sementara korban A dan korban C tidak saling kenal. Korban B dengan korban C saling mengenal.

Antara pelaku dengan korban A dan korban B disebutkan adalah rekan sesama organisasi. Pelaku dengan korban C berasal dari kota yang sama.

Dalam uraian kejadian yang dicuitkan pengguna @promaagbos, kejadian dugaan pelecehan seksual terjadi Oktober 2021 yang berawal dari sebuah rapat kepanitiaan.

Sosok pelaku digambarkan berkarakter humble dan nyambung saat diajak mengobrol. Peristiwa dugaan pelecehan seksual sesama jenis itu ada yang dilakukan di tempat indekos pelaku (korban A).

Dalih pelaku saat itu sudah kemalaman sesuai rapat organisasi dan korban diajak menginap di tempat indekosnya. Sedangkan pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan Presiden BEM SV UNS Solo terhadap korban B terjadi tempat indekos korban.

Saat itu, pelaku datang ke tempat indekos korban dengan dalih ingin mengobrol dan cerita-cerita. Lalu korban C, pelaku memanipulasi cerita seolah-olah ia memiliki hubungan sesama jenis dengan C.

Padahal keduanya tidak memiliki kedekatan, bahkan telepon dari pelaku pun tidak pernah dijawab oleh korban C.

@koransolopos




Source

Leave A Reply

Your email address will not be published.