Take a fresh look at your lifestyle.

Mas, Mbak, mangan cilok karo yang-yangan nang kene

110

Kota Solo Terkini – Mas, Mbak, mangan cilok karo yang-yangan nang kene

Halo wong solo pengunjung setia KotaSoloID, Pada berita yang akan kalian baca kali ini adalah Mas, Mbak, mangan cilok karo yang-yangan nang kene, kami telah mempersiapkan berita dari berbagai sumber ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan kali ini Mas, Mbak, mangan cilok karo yang-yangan nang kene, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.


Mas, Mbak, mangan cilok karo yang-yangan nang kene entuk, tapi bungkuse gawanen mulih ya
……..
dari @tribunsolocom

BOYOLALI – Kesadaran pengunjung  di Waduk Cengklik Boyolali soal sampah masih rendah.

Baik pengunjung dan pemancing sama saja, masih kerap membuang sampah sembarangan.

Pengunjung hanya meletakkan begitu saja sampah makanan dan minuman yang mereka bawa.

Begitu juga pemancing, plastik bekas minuman dan wadah umpan ikan dibuang begitu saja ke perairan.

Penjaga pintu bendungan Waduk Cengklik, Budi Hermawan mengaku sampah masih menjadi persoalan serius waduk Cengklik.

Padahal, persoalan enceng gondok sudah terus dibersihkan dan mulai terlihat bersih.

“Tapi kalau sampah yang dibawa pengunjung ini sulit habisnya. Tiap hari nambah terus,” keluhnya kepada TribunSolo.com, Senin (17/10/2022).

Tak hanya di tanggul bendungan saja yang masih banyak ditemukan sampah yang berserakan.

Sampah di dasar waduk juga tak kalah memprihatinkan.

“Kalau kita keluarkan besi untuk mengangkat sampah di dasar itu, sampahnya langsung keluar. Kebanyakan  kantong plastik dan botol air mineral,” jelasnya.

Budi mengatakan, sekali pembersihan sampah dari dasar waduk, tak kurang sampah plastik yang terangkat mencapai 100 kilogram. 

Pengangkatan sampah ini biasanya dilakukan seoekan sekali.

Tak dipungkiri, pemancing atau pengunjung yang masuk ke tengah perairan itu tak membawa lagi sampahnya tiap ke luar Waduk Cengklik.

Mereka biasanya langsung membuangnya ke perairan.

Belum lagi, kesadaran masyarakat di sekitar sungai yang bermuara di waduk Cengklik juga perlu ditingkatkan.

Tak sedikit masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Budi berharap masyarakat yang kerap membuang sampah di sungai dan waduk Cengklik ini segera bertaubat.

“Bukan soal mau ada berapa petugas yang melakukan pembersihan. Tapi kecintaan terhadap alam itu yang penting,” pungkasnya. (*)
.
#matalokalmenjangkauindonesia #wadukcengklik #boyolali #wongboyolali #kotasolo #surakarta #sampah #bengawansolo



Source

Leave A Reply

Your email address will not be published.