Take a fresh look at your lifestyle.

Muatan Lokal: Tradisi Rewang

108

Kota Solo Terkini –
Muatan Lokal: Tradisi Rewang

Halo wong solo pengunjung setia KotaSoloID, Pada berita yang akan kalian baca kali ini adalah
Muatan Lokal: Tradisi Rewang , kami telah mempersiapkan berita dari berbagai sumber ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan kali ini
Muatan Lokal: Tradisi Rewang , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Jika kamu berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya Kota Solo, maka akan menemui tradisi ini. Rewang merupakan tradisi dimana masyarakat saling gotong royong membantu sesama yang sedang menggelar pesta. Umumnya dilakukan ketika tetangga punya acara besar atau hajatan, misalnya pernikahan. 

 

Menurut istilah rewangan berasal dari kata “rewang” yang berarti membantu. Kegiatan tersebut identik dengan para wanita yang secara sukarela membantu menyiapkan tuan rumah terkait kebutuhan tamu undangan. Masyarakat yang ikut rewang akan bekerjasama dalam menyediakan hidangan. Mulai dari berbelanja bahan makanan, memasak makanan, menyajikannya dalam piring, hingga mencuci alat-alat dapur. Tuan rumah hanya memberikan budget untuk keperluan belanja, selanjutnya masyarakat yang mengurusnya.

 

Namun, pada prakteknya seluruh masyarakat desa akan turun membantu berlangsungnya hajatan yang akan dilakukan. Seperti para bapak-bapak yang ikut menyiapkan kursi, meja, pelaminan,dan sebagainya. Sementara, para remaja akan membantu mengantarkan hidangan ke tamu.

 

Tradisi tersebut biasanya dilakukan di wilayah pedesaan. Tidak ada pembagian kerja secara khusus. Masyarakat secara spontan akan bergerak masing-masing sesuai dengan apa yang harus dibantu dan dikerjakan. Jika tuan rumah tidak memiliki budget yang cukup, tradisi rewang sangat amat menguntungkan. 

 

Terdapat hal yang menarik, yaitu tradisi ini tidak memaksa tuan rumah untuk memberikan tarif. Sebab segala kegiatan rewang adalah sukarela, dengan alasan sosial dan peduli sesama. Namun, juga tidak ada paksaan bagi tuan rumah jika ingin memberikan uang lelah. 

 

Bagi masyarakat Jawa, rewang menjadi hal yang wajib. Apabila tidak hadir dalam kegiatan tersebut, biasanya akan ada sanksi sosial yang mengikatnya. Misalnya, si A tidak pernah membantu dalam pelaksanaan rewang di lingkungan tempat tinggalnya. Maka, jika nanti si A sedang menggelar hajatan, masyarakat setempat tidak akan membantu dan bergotong royong dalam acaranya.

 

Sayangnya, tradisi rewang sudah mulai hilang dari kebudayaan masyarakat masa kini. Padahal, dengan dengan ikut rewang, kita bisa sambil bersosialisasi dan menjaga silaturahmi dengan tetangga. Hal ini sangat diperlukan, karena pada dasarnya manusia akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain, terlebih dengan tetangga dekat. 

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus kita harus menjaga agar tradisi rewang tetap ada. Dengan cara datang dan ikut membantu ketika tetangga punya hajat. Ini merupakan salah satu cara untuk nguri-uri budaya Jawa. Jangan lupa ikut rewang ya!

 

Sekianlah info update kota solo yang berjudul
Muatan Lokal: Tradisi Rewang , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. Sampai jumpa di info kota solo yang lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.