Take a fresh look at your lifestyle.

Peran Sumpah Pemuda di Kota Solo

111

Kota Solo Terkini –
Peran Sumpah Pemuda di Kota Solo

Halo wong solo pengunjung setia KotaSoloID, Pada berita yang akan kalian baca kali ini adalah
Peran Sumpah Pemuda di Kota Solo , kami telah mempersiapkan berita dari berbagai sumber ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan kali ini
Peran Sumpah Pemuda di Kota Solo , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Setiap tanggal 28 Oktober selalu diperingati dengan hari sumpah pemuda. Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang dicetuskan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada tahun 1928. Para pemuda Indonesia saat itu berikrar bahwa bertumpah darah satu yaitu tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Organisasi Budi Utomo merupakan penggerak bagi hadirnya organisasi lainnya seperti Jong Java sehingga tercetuslah sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Terdapat peran Raja Surakarta, SISKS Paku Buwono (PB) X (1893-1939) yang secara tidak langsung turut berpartisipasi pada pergerakan Budi Utomo. Peran Paku Buwono (PB) X dalam pergerakan Budi Utomo yang terkesan tersembunyi itu guna menjalankan strategi untuk tetap berhubungan baik dengan Pemerintah Belanda. Hal tersebut disebabkan pada saat era pemerintahannya daerah Surakarta masih merupakan daerah vorstenlanden yang mengharuskan tunduk terhadap Pemerintah Belanda. Maka dari itu Pakubuwono memberi saran kepada para bangsawan keraton seperti RMA Woerjaningrat dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai perwakilan dirinya untuk berpartisipasi dalam Budi Utomo.

Algemene Middelbare School atau AMS yang merupakan salah satu sekolah multikultural di Solo turut serta melahirkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam tercetusnya Sumpah Pemuda. Salah satu tokoh yang lahir dari AMS yaitu Samsurijal. Beliau sempat menjadi ketua Jong Java.

Mohammad Yamin juga merupakan alumni dari AMS. Beliau merupakan sastrawan dan penyair yang mempercayai bahwa bahasa merupakan salah satu alat untuk mempersatukan bangsa. Oleh karena itu pada saat Kongres Pemuda I Moh. Yamin memberi usulan untuk menggunakan bahasa Melayu (Bahasa Indonesia) sebagai bahasa persatuan rakyat Indonesia.

Selain itu terdapat alumni AMS lainnya yaitu Amir Hamzah yang turut mempelopori lahirnya Majalah Poedjangga Baroe pada tahun 1933. Adanya Majalah Poedjangga Baroe merupakan salah satu bentuk perwujudan dari semangat nasionalisme pemuda dalam menggerakkan bidang sastra pasca tercetusnya sumpah pemuda.

Begitu besar semangat para pemuda dalam lahirnya ikrar sumpah pemuda. Maka dari itu sebagai generasi muda saat ini hendaknya mencontoh semangat para pemuda era perjuangan untuk tetap menjaga persatuan bangsa. Saling menghormati sesama dan bangga dengan bahasa dan kebudayaan sendiri merupakan perwujudan dari semangat menjaga persatuan bangsa.

Sekianlah info update kota solo yang berjudul
Peran Sumpah Pemuda di Kota Solo , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. Sampai jumpa di info kota solo yang lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.